Toko Hijab Di Bandung Beserta Alamat Lengkapnya

Toko Hijab Di Bandung. Semakin berkembangnya zaman dan teknologi, berbagai inovasi inovasi produk pun kian bertambah juga salah satu contohnya yaitu pada dunia fashion. Pada saat ini fashion sudah menjadi kebutuhan pokok hampir di seluruh masyarakat terlebih lagi pada kaum muda. Salah satu contoh fashion yang sedang trend saat ini pada kaum muda khususnya wanita  adalah hijab.


Banyak sekali produk produk hijab yang sangat menarik dengan desain desain yang elegan sehingga fungsi hijab selain untuk menutupi aurat juga memiliki fungsi estetika tersendiri bagi para pemakainya. Sehingga bagi para pemakainya selain terlihat lebih agamis juga lebih terlihat stylish dan moderen.

Untuk desain hijab saat ini sangat beragam karena banyak sekali para anak bangsa yang melalui tangan kreatifnya mulai menginovasi bentuk bentuk hijab agar terlihat lebih stylish tanpa menghilangkan fungsi utamanyayaitu sebagai penutup aurat bagi kaum wanita. Berikut ini adalah daftar toko hijab yang ada di bandung dan alamat lengkapnya sehingga dapat memudahkan kalian untuk menemukan toko hijab terdekat kalian yang ada di kota Bandung

Grosir Hijab Bandung  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Pinus, Cilengkrang 2, Desa palasari, Pasirbiru, Kota Bandung, Palasari, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40615
Telepon: 0856-5912-0682

Jilbab Nun Bandung  
Toko di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Dipatiukur No.272, Lebakgede, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Telepon: (022) 69760067

Alisha Fancy Shop  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Salendro Utara No.27, Turangga, Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40264
Telepon: (022) 7303539

Hijabbandung  
Toko pakaian wanita di Indonesia
Alamat: Jl. Mahar Martanegara No.15D, Cibeureum, Cimahi Sel., Kota Cimahi, Jawa Barat 40535
Telepon: 0812-2226-134

JILBAB SYIFANA Kerudung Anak Lucu  
Toko pakaian di Cimenyan, Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Cimenyan No.85, Cimenyan, Bandung, Jawa Barat 40197
Telepon: 0857-2224-2470

Kerudung Kinanti House  
Butik di Indonesia
Alamat: Cipadung Kidul, Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
Telepon: 0881-2035-586

Toko Hijabku  
Toko gaun di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Mars Utara I Margahayu Raya Barat No.9, Manjahlega, Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40286
Telepon: 0812-8340-0888

Butik Kerudung  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Cijambe, Pasir Endah, Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat 40619
Telepon: 0813-2275-1611

Utami Fashion | Fashion Hijab Bandung  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Sindang Sari No.56, Cipadung Kulon, Panyileukan, Kota Bandung, Jawa Barat 40614
Telepon: 0821-1911-0006

Nun Jilbab Bandung online  
Toko pakaian di Lengkong, Bojongsoang, Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Raya Bojongsoang No.195, Lengkong, Bojongsoang, Bandung, Jawa Barat 40287
Telepon: 0821-2740-0076

grosir pakaian hijab - shadaw shop  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Mustika Permai Jln.Mustika Raya no.40 Rt.07 Rw.06, Kel.Mekarjaya Kec.Rancasari Kota.Bandung, (Masuk dari komplek baturaden), Mekarjaya, Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Telepon: 0896-2300-1026

Kerudung Bandung  
Butik di Indonesia
Alamat: Jl. Mig I No.3, Melong, Cimahi Sel., Kota Cimahi, Jawa Barat 40534
Telepon: 0812-2331-749

Nun collection  
Butik di Bandung, Indonesia
Alamat: JL. Laswi, RT. 07 RW. 14, Baleendah, Pasar Kemis, Samoja, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40375
Telepon: (022) 93660945

Sakinah Kerudung  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. A.H. Nasution, Sukamiskin, Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat 40293

Hijab Factory  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: No., Jl. Pelajar Pejuang 45 No.25, Lkr. Sel., Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat 40263
Jam buka:
Telepon: (022) 7333802

Jilbab Anak  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Balubur Town Square, Jl. Tamansari, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40132
Telepon: 0818-940-996

Azaa Collections  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: JL mekarsari RT 2 RW 9 no 24, kelurahan pasir biru, kecamatan cileunyi kabupaten Bandung, Pasir Biru, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40615
Telepon: 0811-203-629

Shofiyyah Hijabi | Grosir Jilbab Murah | Reseller And Dropshiper | Jilbab Murah | HIjab  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Jalan Keadilan Selatan V, Derwati, Rancasari, Kota Bandung, Jawa Barat 40292
Telepon: 0811-2173-986

Lestari Kerudung  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Pasar Baru Trade Center, Jl. Otto Iskandar Dinata Blok P No.06 A, Kb. Jeruk, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181
Telepon: (022) 4246547

Busana Muslimah dan Jilbab  
Butik di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Tubagus Ismail XVI No.4, Sekeloa, Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 40134
Telepon: (022) 2508454

Hijab Syar'i Ratu Aimer  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Jalan Otto Iskandar Dinata No 81-89, Pasar Baru Square Lantai 1 Blok C No 35, Kb. Jeruk, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat 40181
Telepon: 0819-1051-0724

Hijab Princess  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Mall Balubur Town Square Lt.2 Blok F-15, Jalan Tamansari, Tamansari, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40116
Telepon: 0812-1474-1200

Sakinah Kerudung  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Terusan Buah Batu No.189, Kujangsari, Bandung Kidul, Bandung, Jawa Barat 40286
Telepon: 0899-7962-064

Morocco Hijab Boutique  
Toko pakaian wanita di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. H. Sapari - Gg. Budi Asih 218c/90, Cibadak, Astana Anyar, Cibadak, Astanaanyar, Cibadak, Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 40241
Telepon: 0813-1234-3311

Jilbab scout center  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Pasir Endah, Ujung Berung, Kota Bandung, Jawa Barat 40619
Telepon: 0821-2795-1733

Kerudung Rajut Bandung  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Gg. Nata, Binong, Batununggal, Kota Bandung, Jawa Barat 40275
Telepon: 0812-1406-2065

Nuhijab  
Toko pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Cibaduyut Raya, Cibaduyut Wetan, Bojongloa Kidul, Bandung, Jawa Barat 40239
Telepon: (022) 88885959

SG Jilbab  
Minimarket
Alamat: Perum Hegarmanah Asri Blok A8-01, Hegarmanah, Cikancung, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cikancung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40396
Telepon: 0812-2220-5730

Meira Hijab  
Toko aksesori pakaian di Bandung, Indonesia
Alamat: Jl. Progo No.3, Citarum, Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 40115
Telepon: 0877-8618-6253

Related Posts:

Toko Kamera Di Bandar Lampung Beserta Alamatnya

Toko Kamera Di Bandar Lampung. Saat ini kamera bukan saja hanya untuk mendokumentasikan kegiatan kita saja loh gaess, namun kamera sudah banyak dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan di berbagai macam bidang seperti penggunaan kamera untuk keperluan informasi geografis atau pemetaan yang merupakan kegiatan penting dalam merencanakan sebuah pembangunan di suatu daerah contohnya seperti pembangunan jalan tol trans sumatera.


Selain itu juga yang sedang menjadi trending saat ini adalah untuk mempromosikan dan menawarkan berbagai keindahan alam yang dimiliki dari setiap masing masing daerah di indonesia. Selain itu juga kamera dapat digunakan untuk mempromosikan berbagai produk olahan makanan yang kita buat.

Bagi kalian yang ingin membeli ataupun ingin service kamera di bandar lampung, berikut ini terdapat berbagai daftar toko yang menjual kamera di bandar lampung beserta alamat lengkapnya yang bisa kalian temukan dengan mudah.

Focus One  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Pangeran Antasari No.7F, Tj. Agung Raya, Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, Lampung 35126
Telepon: (0721) 250283

Glory Lampung  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Gg. Cemp. V No.44, Segala Mider, Tj. Karang Bar., Kota Bandar Lampung, Lampung 35113
Telepon: 0899-2165-265

Sewakameraku.com  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Narada No.02, Jaga Baya I, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132
Telepon: (0721) 5600509

KJS CCTV Camera  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Raden Ajeng Kartini No.52, Palapa, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35116
Telepon: (0721) 257209

Toko CCTV Kamera  
Pemasok sistem keamanan di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Raden Ajeng Kartini No.99, Kaliawi, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35127
Telepon: (0721) 257209

Focus One  
Toko kamera di Bandar Lampung
Berlokasi di: Mall Boemi Kedaton
Alamat: Mall Boeni Kedaton No. 08 Blok G, Jalan Teuku Umar, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Telepon: (0721) 250283

Nikindo  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Raden Ajeng Kartini No.136 G, Tj. Karang, Enggal, Kota Bandar Lampung, Lampung 35117
Telepon: (0721) 262274

Sewa Kamera Lampung (Sewaxiaomi.lpg Sewafujifilm.lpg)  
Toko perlengkapan fotografi di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Nunyai No.18, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Telepon: 0853-7878-8899

Sewa Kamera Lampung  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Labuhan Ratu, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132
Telepon: 0896-6330-0200

Dunia Photo  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: JL. Imam Bonjol 36, Bandarlampung
Telepon: (0721) 252500

Global Sarana Mandiri  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jalan Sultan Agung, Kedaton, Surabaya, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35148
Telepon: 0813-7380-0058

Focus One  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Simpur Center Blok.A, Jalan Katamso, Tj. Karang, Engal, Kota Bandar Lampung, Lampung 35127
Telepon: (0721) 250283

Ray Photo Digital  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Wolter Monginsidi No.137, Gulak Galik, Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung 35211
Telepon: (0451) 458552

Lampro Gopro Rental Lampung  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Teuku Umar No.260, Sidodadi, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35123

Digital Camera (IXUS)  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Raden Intan No.63, Tj. Karang, Engal, Kota Bandar Lampung, Lampung 35213
Telepon: (0721) 268222

CCTV Lampung  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: no.26 (samping indomart ubl, Jl. Zainal Abidin Pagar Alam, Labuhan Ratu, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132
Telepon: 0821-7665-9191

Emirus Fotografi Lampung Online  
Toko perlengkapan fotografi di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No.20, Way Halim Permai, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35133
Telepon: (0721) 7557211

Joccel  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jalan Ikan Tonggkol No.48/47, Pesawahan, Tlk. Betung Sel., Kota Bandar Lampung, Lampung 35221
Telepon: (0721) 9996663

Sewa.kamerabdl  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Gg. Waway, Pelita, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35127
Telepon: 0813-6623-7474

Related Posts:

Toko Cctv Di Bandar Lampung Beserta Alamatnya

Toko Cctv Di Bandar Lampung.perkembangan teknologi saat ini semakin berkembang dengan cepat dengan mengorbitkan berbagai keluaran produk produk yang dapat membantu meringankan pekerjaan. Salah satu teknologi yang ada pada saat ini adalah kamera cctv yang merupakan perkembangan dan inovasi dari kamera. Dengan adanya kamera cctv ini akan mempermudah pekerjaan kita dalam mengawasi suatu kondisi dimanapun.


Semisal di rumah, kita akan dapat mengetahui kejadian yang terjadi pada saat kita meninggalkan rumah sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan semisal rumah dimasuki oleh maling kita dapat mengetahui nya melalui cctv dan kita bisa melaporkannya ke pihak yang berwajib. Selain itu penggunaan kamera cctv ini tidak hanya untuk pengawas tindak kejahatan, namun sekarang ini kamera cctv sudah mulai digunakan untuk memantau pergerakan lalu lintas di berbagai jalan untuk mengawasi adanya pelanggaran pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara sehingga petugas lalu lintas dapat mengetahui dengan mudah dan cepat bertindak.

Selain itu juga untuk mengawasi jika terjadinya kecelakaan lalu lintas sehingga petugas bisa dengan cepat dan sigap dalam menanganinya. Bagi kalian yang ingin membeli ataupun ingin menyervice kamera cctv di bandar lampung, berikut ini terdapat berbagai daftar toko yang menjual kamera cctv di bandar lampung beserta alamat lengkapnya yang bisa kalian temukan dengan mudah.

KJS CCTV LAMPUNG  
Toko di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Bhakti Utama, Penengahan, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35121

Toko CCTV Kamera  
Pemasok sistem keamanan di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Raden Ajeng Kartini No.99, Kaliawi, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35127
Telepon: (0721) 257209

KJS CCTV Camera  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Raden Ajeng Kartini No.52, Palapa, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35116
Telepon: (0721) 257209

Mandiri Global Security  
Pemasok sistem keamanan di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Gajah Mada No.9C, Kota Baru, Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, Lampung 35128
Telepon: (0721) 8011681

Cctv lampung | kamera pengintai lampung | Spy Kamera Lampung | Cctv Bandar Lampung  
Toko di Bandar Lampung
Alamat: Perum bumi Asri Angsana IV blok H-173bandar lampung, Kedamaian, Kota Bandar Lampung, Lampung 35122
Telepon: 0813-6992-2238

Fandi Cctv & Pabx Networking Lampung  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jalan Bumi Manti Gg.Salak No.52, Kampung Baru Raya, Kota Bandar, Lampung Belakang Polsek Kedaton, Labuhan Ratu, Kedaton Kampung Baru Kedaton, Kp. Baru, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Telepon: 0821-7574-5001

Rumah AC Station Cctv  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Jenderal Ahmad Yani No.7, Pelita, Engal, Kota Bandar Lampung, Lampung 35213
Telepon: (0721) 242222

CCTV Hikvision Lampung  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No.147, Way Halim Permai, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132
Telepon: (0721) 5611585

Arya Mandiri CCTV  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Hayam Wuruk No.93, Sawah Lama, Tj. Karang Tim., Kota Bandar Lampung, Lampung 35128
Telepon: 0853-6909-0726

Signal CCTV Lampung  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Bumi Manti I No.45, Kp. Baru, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Telepon: 0822-6966-1342

Nusa Parabola & CCTV  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Pangkal Pinang No.34, Tj. Karang, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35127
Telepon: 0812-2356-8880

Back Computer Sparepart dan CCTV  
Toko komputer di Bandar Lampung
Alamat: Rajabasa Jaya, Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35141
Telepon: 0822-6943-8851

Tisnakom CCTV  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Urip Sumoharjo No.31D, Surabaya, Kedaton, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132
Telepon: 0853-7759-6760

CCTV lampung  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Pajajaran, Tj. Karang, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 12345
Telepon: 0812-7812-5877

cctv lampung  
Toko kamera di Bandar Lampung
Alamat: no.26 (samping indomart ubl, Jl. Zainal Abidin Pagar Alam, Labuhan Ratu, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Lampung 35132
Telepon: 0821-7665-9191

Nusa Parabola & CCTV 2  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Sukarame, Kota Bandar Lampung, Lampung 35122
Telepon: 0821-7548-6167

JAYA MITRA SECURITY CCTV  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: jl.p, Jl. Pulau Kelagian No.21, Tj. Baru, Kec. Sukabumi, Kota Bandar Lampung, Lampung 35122
Telepon: 0813-7901-6080

PERIMETER CCTV ALARM  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Basuki Rahmat No.9, Pengajaran, Tlk. Betung Utara, Kota Bandar Lampung, Lampung 35212
Telepon: 0813-7769-3529

Nusa Parabola & CCTV 3  
Toko elektronik di Bandar Lampung
Alamat: D., Jl. Ikan Bawal No.184, Tlk. Betung, Tlk. Betung Sel., Kota Bandar Lampung, Lampung
Telepon: 0821-7660-4322

Toko Azzahra  
Pusat perbelanjaan di Bandar Lampung
Alamat: Jl. Khairil Anwar No.104, Durian Payung, Tj. Karang Pusat, Kota Bandar Lampung, Lampung 35119
Telepon: 0813-6936-6883

Related Posts:

Tugas Paper Ekologi Hutan

Tugas Paper Ekologi Hutan.


1. Tumbuhan parasit
Tumbuhan parasit merupakan tumbuhan yang hidupnya menempel pada tumbuhan lain dan mengambil makanan dari tumbuhan inang atau tumbuhan yang di tumpanginya. Tumbuhan parasit digolongkan menjadi dua, yaitu semi parasit dan parasit sempurna.

a. Tumbuhan Semi Parasit
Tumbuhan semi parasit (semiparasites atau partial parasites) adalah tumbuhan parasit yang hidup dengan mengandalkan suplai sebagian makanan dari tumbuhan yang di tumpanginya dan sebagian lagi merupakan dari hasil fotosintesis yang dilakukan oleh tumbuhan parasit itu sendiri. Contoh tumbuhan semi parasit antara lain Cassytha spp. dan Tapinanthus bangwensis merupakan parasit yang dapat tumbuh pada cabang cabang pohon, Striga spp parasit yang tumbuh pada akar rumput dan Sopubia ramosa merupakan parasit yang tumbuh pada akar alang-alang. Di Indonesia parasit yang tumbuh di percabangang pohon dikenal dengan nama benalu yang termasuk dalam anggota famili Loranthaceae .

b. Tumbuhan Parasit Sempurna
Tumbuhan parasit sempurna (total parasite) adalah tumbuhan parasit yang hidupnya bergantung dari suplai makanan tumbuhan yang di tumpanginya (inang). Tumbuhan parasit sempurna ini sangat merugikan tumbuhan, bahkan dapat berpotensi merusak tumbuhan inang dengan cara memakan jaringan dari tumbuhan inang dan melepaskan racun yang ada pada parasit ini.
Contoh tumbuhan parasit sempurna antara lain Balanophora spp. Merupakan parasit yang tumbuh di hutan hujan tropis, Cuscuta spp. Merupakan parasit pada perdu dan pohon kecil.

2. Tumbuhan epifit
Tumbuhan epifit  merupakan salah satu tumbuhan yang hidupnya menempel pada tumbuhan tumbuhan dengan cara merambatkan akar akarnya pada kulit batang tumbuhan inang. Keberadaan epifit pada tegakan pohon, dipengaruhi oleh faktor mikroklimat dan spesies pohon inangnya, karena setiap pohon inang memiliki bentuk kanopi yang berbeda beda, ketinggian batang, proses biokimiawi dan lain-lain. Tumbuhan epifit dapat hidup menempel pada batang tumbuhan ataupun bebatuan dan mendapatkan sumber makanan dari debu, sampah/detritus, tanah yang di bawa ke atas oleh rayap atau semut, kotoran burung dan lain-lain sehingga epifit tidak dianggap merugikan tumbuhan inangnya.

3. Tumbuhan pencekik (strangler)
Tumbuhan pencekik (strangler)  merupakan spesies tumbuhan yang pada awalnya hidupnya adalah sebagai epifit pada suatu pohon, namun setelah akar akarnya telah mencapai tanah dan dapat hidup sendiri, tumbuhan ini dapat mencekik, bahkan dapat membunuh pohon inang.

4. Liana
Liana merupakan spesies dari tumbuhan yang merambat merambat. Tumbuhan ini memiliki pertumbuhn batang yang tidak beraturan dan lemah, sehingga tidak mampu menopang tajuknya. Adanya liana di hutan merupakan salah satu ciri khas dari hutan hujan tropis.

5. Pohon dominan
Pohon dominan  merupakan pohon pohon yang memiliki posisi tajuk paling atas di antara pohon pohon lainnya dalam suatu tegakan. Sehingga pohon dominan ini dapat mengganggu pertumbuhan pohon lainnya dalam proses mendapatkan sinar matahari.

6. Pohon kodominan

Pohon ini tidak seperti pohon dominan akan tetapi masih mendapat cahaya penuh dari atas, meskipun dari samping terganggu oleh pohon dominan. Pohon kodominan biasanya membutuhkan naungan pada saat pertumbuhan awal saja namun ketika sudah besar baru pohon tersebut tidak membutuhkan naungan lagi.

7. Pohon tertekan

Pohon tertekan adalah pohon yang membutuhkan cahaya matahari yang cukup dalam pertumbuhannya, tetapi kebutuhan akan cahaya matahari tersebut tidak terpenuhi akibat terhalang oleh pohon-pohon didekatnya yang memiliki ukuran lebih tajuk yang lebih tinggi dan lebar sehingga menutupi cahaya matahari yang masuk ke lantai hutan.

Related Posts:

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Benih Tanaman Atau Pohon

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Memilih Benih Tanaman Atau Pohon. Ada beberapa istilah penting yang perlu dimengerti dalam perbenihan tanaman atau pohon. Beberapa istilah tersebut mungkin belum banyak orang yang paham dan agak sulit dipahami, tnamun dalam kegiatan perbenihan tanaman dan pohon, beberapa istilah ini harus dipahami dan harus dimengeri untuk membantu dalam proses pengadaan bibit tanaman atau pohon.


Beberapa istilah tersebut adalah sebagai berikut.

Benih adalah bagian tanaman yang digunakan untuk perbanyakan atau perkembangbiakan, baik berupa biji ataupun bagian tanaman lainnya.

Biji adalah hasil pembuahan pada tanaman berbunga.

Bibit adalah tumbuhan muda calon pohon yang dihasilkan dari benih.

Sumber benih adalah suatu pohon atau hutan, baik yang tumbuh secara alami (hutan alam) ataupun yang ditanam (hutan tanaman), yang dikumpulkan benihnya.

Genotip adalah potensi tampilan pohon yang ditentukan oleh susunan gen yang terdapat pada pohon. Faktor genotip inilah yang akan diturunkan oleh pohon kepada turunannya. Pohon dengan genotip yang baik akan menghasilkan keturunan yang baik.

Fenotip adalah tampilan pohon seperti yang kita lihat. Fenotip ditentukan oleh faktor genotip dan lingkungan.

Pohon plus (pohon terpilih) adalah pohon yang berpenampilan baik (fenotip baik) yang dipilih untuk produksi benih.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan bibit pohon ataupun tanaman agar nantinya bibit yang kita siapkan menjadi bibit yang berkualitas.

1. Pemilihan pohon sumber benih
Kita harus sangat teliti dalam memilih pohon sumber benih, tentunya pohon yang dipilih harus memenuhi standar keriteria pohon plus. Artinya pohon tersebut nantinya akan mewarisi sifat-sifat unggulnya kepada generasinya.

2. Pengumpulan benih
Setelah kita mendapatkan pohon sumber benih, kita dapat mengumpulkan benih benih yang telah jatuh dan berada di bawah pohon ataupun pada buah yang telah masak yang massih berada di pohon dengan cara memanennya.

3. Penyimpanan sementara
Benih benih yang telah didapat melalui pemanenan ataupun pemungutan setelah itu dikumpulkan dalam suatu wadah dan kemudian disimpan sementara hingga kemudian dilakukan ekstraksi benih.

4. Ekstraksi benih

Ekstraksi benih dilakukan pada benih benih yang masih berada dalam buah dengan cara menghancurkan buah terlebih dahulu kemudian pisahkan benih dari daging buah. Setelah dilakukan pemisahan, benih dicuci agar bersih setelah itu di keringkan agar terhindar dari serangan jamur yang dapat menurunkan dan merusak kualitas benih.

5. Pengemasan
Tahap selanjutnya yaitu pengemasan, setelah benih dikeringkan lalu dilakukan proses pengemasan dengan tujuan agar benih bisa awet untuk jangka waktu tertentu sesuai jenis benihnya. Umumnya untuk jenis benih yang memiliki kadar air tinggi tingkat keawetannya rendah karena sangat rentan terserang jamur jika disimpan tanpa melalui proses pengeringan terlebih dahulu. Sedangkan jika untuk benih yang memiliki  tingkat kadar air yang rendah pada umumnya dapat bertahan lebih lama jika disimpan.

Related Posts:

Pengertian Jenis Dan Tipe Hutan

Pengertian Jenis Dan Tipe Hutan. Indonesia merupakan negara yang terletak di daerah tropis, sehingga tipe hutan yang ada di indonesia masuk ke dalam kategori hutan tropis. Hutan sendiri memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan secara langsung atau tidak langsung oleh manusia. Di indonesia terdapat banyak jenis dan tipe hutan berdasarkan fungsi dan berbagai karakteristik dari hutan tersebut, dan tentunya banyak manfaat yang bisa diambil oleh masyarakat dari keberadaan hutan ini diantaranya yaitu menjadi sumber penghasil oksigen serta dapat mengurangi dampak pemanasan global.


Hutan
Lapangan yang ditumbuhi pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya atau ekosistem

Kehutanan
Sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Pengurusan hutan bertujuan untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya dan lestari untuk kemakmuran rakyat

Kawasan hutan
Wilayah tertentu yang ditunjuk atau ditetapkan oleh pemerintah untuk dipertahankan keberadaanya sebagai hutan tetap

Hutan alam
Hutan yang terjadi melalui proses suksesi secara alami

Hutan alam primer
Hutan alam asli yang belum pernah dilakukan penebangan di dalamnya oleh manusia

Hutan alam sekunder
Hutan asli yang pernah mengalami kerusakan akibat peristiwa alam

Hutan antropogen
Hutan yang terjadi melalui proses suksesi komunitas tumbuhan dengan campur tangan manusia

Hutan gambut
Hutan yang berada pada daerah bergambut

Hutan hak
Hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah

Hutan hujan tropik
Hutan yang terdapat pada daerah tropik yang lembab

Hutan konversi
Hutan produksibebas/tetap yang dapat diubah peruntukannya untuk memenuhi kebutuhan pengembangan perluasan wilayah di luar bidang kehutanan

Hutan konservasi
Kawasan hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok sebagai tempat pengawetan keanekaragaman dari berbagai macam flora dan fauna serta ekosistemnya

Hutan lindung
Kawasan hutan yang memiliki fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir dan erosi, mencegah interusi air laut serta memelihara kesuburan tanah

Hutan musim
Hutan yang terdapat pada daerah beriklim muson (mempunyai perbedaan nyata antara musim hujan dan musim kemarau

Hutan negara
Hutan yangberada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah

Hutan adat
Hutan negara yang diserahkan pengelolaanya kepada masyarakat hukum adat, dahulu disebut juga sebagai hutan ulayat, hutan marga, atau hutan pertuanan

Hutan pantai
Hutan yang terdapat pada daerah-daerah kering tepi pantai, terletak diatas garis pasang tertinggi

Hutan payau
Hutan yang terdapat pada daerah pantai yang selalu atau secara teratur digenangi air payau atau dipengaruhi oleh pasang surut air laut

Hutan pelestarian alam
Hutan dengan ciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok yaitu untuk perlindungan terhadap sistem penyangga kehidupan, pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa, serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Hutan pelestarian alam terdiri atas taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata.

•    Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan konservasi.

•    Taman hutan raya (Tahura) adalah hutan yang ditetapkan pemerintah dengan fungsi pokok sebagai hutan konservasi yaitu kawasan pelestarian alam untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa yang alami atau buatan, jenis asli dan atau bukan asli, yang dimanfaatkan bagi kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi.

•    Taman wisata alam adalah kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam

•    Taman buru adalah kawasan hutan yang ditetapkan sebagai tempat wisata buru

Hutan primer
Hutan yang belum pernah dilakukan kegiatan penebangan di dalamnya

Hutan sekunder hutan yang perna mengalami kerusakan, kemudian berkembang lagi hingga mencapai kondisi klimaks

Hutan produksi
Kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok untuk memproduksi hasil hutan

Hutan suaka alam
Hutan denganciri khas tertentu yang mempunyai fungsi pokok sebagai kawasan pengawetan keanekaragaman tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya, yang juga berfungsi sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan. Hutan suaka alam terdiri atas cagar alam, suaka marga satwa dan cagar biosfer.

•    Cagar alam adalah kawasan suaka alam karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan, satwa, dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangannya berlangsung secara alami

•    Suaka margasatwa adalah kawasan suaka alam yang mempunyai ciri khas berupa keanekaragaman dan keunikan jenis satwa sehingga untuk kelangsungan hidupnya dapat dilakukan pembinaan terhadap habitatnya

•    Cagar biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri atas ekosistem asli, ekosistem unik, dan ekosistem yang telah mengalami degradasi dan secara keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan untuk kepentingan penelitian dan pendidikan
Sumber: Indriyanto. 2008. Pengantar Budidaya Hutan.Buku. Bumi Aksara. Jakarta. 234 p.

Related Posts:

Definisi Agroforestri Menurut Para Ahli

Definisi Agroforestri  Menurut Para Ahli
Agroforestri adalah
…… sistem penggunaan lahan terpadu, yang memiliki aspek sosial dan ekologi, dilaksanakan melalui pengkombinasian pepohonan dengan tanaman pertanian dan/atau ternak (hewan), baik secara bersama-sama atau bergiliran, sehingga dari satu unit lahan tercapai hasil total nabati atau hewan yang optimal dalam arti berkesinambungan (P.K.R. Nair).




…… sistem pengelolaan lahan berkelanjutan dan mampu meningkatkan produksi lahan secara keseluruhan, merupakan kombinasi produksi tanaman pertanian (termasuk tanaman tahunan) dengan tanaman hutan dan/atau hewan (ternak), baik secara bersama atau bergiliran, dilaksanakan pada satu bidang lahan dengan
menerapkan teknik pengelolaan praktis yang sesuai dengan budaya masyarakat setempat (K.F.S. King dan M.T. Chandler).

……. penanaman pepohonan secara bersamaan atau berurutan dengan tanaman pertanian dan/atau peternakan, baik dalam lingkup keluarga kecil ataupun perusahaan besar. Agroforestri tidak sama dengan hutan kemasyarakatan (community forestry), akan tetapi seringkali tepat untuk pelaksanaan proyekproyek hutan kemasyarakatan” (L. Roche).

Beberapa definisi agroforestri yang digunakan oleh lembaga penelitian agroforestri internasional (ICRAF = International Centre for Research in Agroforestry) adalah (Huxley, 1999) :
….. sistem penggunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu  (pepohonan, perdu, bambu, rotan dan lainnya) dengan tanaman tidak berkayu atau dapat pula dengan rerumputan (pasture), kadang-kadang ada komponen ternak atau hewan lainnya (lebah, ikan) sehingga terbentuk interaksi ekologis dan
ekonomis antara tanaman berkayu dengan komponen lainnya.

….. sistem pengunaan lahan yang mengkombinasikan tanaman berkayu dengan tanaman tidak berkayu (kadang-kadang dengan hewan) yang tumbuh bersamaan atau bergiliran pada suatu lahan, untuk memperoleh berbagai produk dan jasa (services) sehingga terbentuk interaksi ekologis dan ekonomis antar komponen tanaman.

….. sistem pengeloloaan sumber daya alam yang dinamis secara ekologi dengan penanaman pepohonan di lahan pertanian atau padang penggembalaan untuk memperoleh berbagai produk secara berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan keuntungan sosial, ekonomi dan lingkungan bagi semua pengguna lahan
Sumber: Kurniatun Hairiah, Mustofa Agung Sardjono, Sambas Sabarnurdin (2003) “Pengantar Agroforestri” Bahan Ajaran 1. Halaman 1-8. Bogor: WORLD AGROFORESTRY CENTRE (ICRAF).

Related Posts:

Contoh Judul Skripsi Kehutanan (Bagian 2)


151.    Studi Daya Dukung Kawasan Wisata Alam di Youth Camp Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Provinsi Lampung

152.    Studi Kapasitas Infiltrasi di Bawah Tegakan Hutan di Arboretum UNILA

153.    Studi Teknik Budidaya Lebah Madu Apis cerana Masyarakat Desa Buana Sakti Kecamatan Batanghari Kabupaten Lampung Timur

154.    Respon Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia Mangiun Willd) Dari Konsentrasi Larutan Pupuk Daun Dan Komposisi Media

155.    Studi Potensi Vegetasi Hutan Mangrove Taman Nasional Baluran Resort Bama

156.    Pengaruh Konsentrasi Dan Interval Pemberian Abitonik Terhadap Pertumbuhan Stek Batang Sungkai ( Peronema Canescens Jack )

157.    Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Rakyat Pekon Kelungu Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus

158.    Nilai Konservasi Komunitas Pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Metro

159.    Studi Penentuan Luasan Hutan Kota Berdasarkan Kebutuhan Oksigen di Kota Bandar Lampung

160.    Kesesuaian Teknis Konservasi Satwa Liar Secara Es-Situ di Taman Satwa dan Wisata Bumi Kedaton

161.    Analisis Vegetasi Hutan Mangrove Teluk Terima Taman Nasional Bali Barat (Tnbb)

162.    Analisis Vegetasi Hutan Mangrove Teluk Banyuwedang Taman Nasional Bali Barat (Tnbb)

163.    Pemberian Konsentrasi Larutan Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Abitonik Dan Dosis Pupuk Za Terhadap Pertumbuhan Semai Suren (Toona Sureni Merr)

164.    Studi Pola Pemanfaatan Lahan oleh Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) di Areal Penangkaran Suaka Rhino Sumatra Taman Nasional Way Kambas, Lampung

165.    Daerah Jelajah Burung Kuau Raja Jantan (Argusianus argus) di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Provinsi Lampung

166.    Analisa Vegetasi Tegakan Hutan Alam Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Tnbts) Blok Irengireng

167.    Daya Serap Vegetasi Casuarina Junghuhniana Miq, Acacia Mangium Willd, Dan Muntingia Calabura L Terhadap Polutan Timbal (Pb) Asap Kendaraan Bermotor Di Jalan Veteran Dan Jalan Laksda. Adi Sucipto Kotamadia Malang

168.    Analisa Vegetasi Hutan Alam Resort Trisula Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Tnbts)

169.    Analisis Vegetasi Hutan Mangrove Teluk Banyuwedang Taman Nasional Bali Barat (Tnbb)

170.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Zpt Rootone-F Dan Dosis Urea Terhadap Pertumbuhan Stump Gamal (Gliricidia Sepium (Jacq) Steud) Umur 6 Bulan

171.    Pengaruh Panjang Stek Dan Lama Perendaman Dalam Growtone Terhadap Pertumbuhan Stek Jarak Pagar (Jatropha Curcas L)

172.    Pengaruh Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) terhadap Persepsi dan Sikap Masyarakat dalam Konservasi Sumberdaya Hutan (Studi Kasus Hutan Lindung di Desa Pekandangan Kec. Pubian, Kab. Lampung Tengah)

173.    Studi Karakteristik Habitat Penyu Hijau (Chelonia mydas Linnaeus) di Pantai Peneluran Pesemut Bangka Belitung

174.    Faktor-Faktor Kepuasan Pengunjung di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas

175.    Pengaruh Tipe Vegetasi terhadap Reduksi Suara Mesin Sepeda Motor

176.    Pengaruh Komposisi Media Tumbuh Dan Konsentrasi Larutan Gibberellin Acid ( Ga3 ) Terhadap Pertumbuhan Semai Kayu Putih (Melaleuca Cajuputi L. ) Umur 3 Bulan

177.    Studi Keberhasilan Agroforestry Tanaman Vanili (Vanilla Planifolia Andrews) Pada Pola Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat Rph Sroyo Kph Banyuwangi Barat

178.    Distribusi dan Populasi Siamang (hylobates syndactylus) Keterkaitannya dalam Pengembangan Ekowisata di Areal Kelola SHK Lestari Tahura WAR

179.    Kajian Penggunaan Lahan terhadap Debit Aliran Sub-DAS Ciliman Gunung Betung

180.    Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Mangrove RPII Muara Gembong BKPH Ujungkrawang KPH Bogor Perum Perhutani

181.    Pengaruh Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) terhadap Presepsi dan Sikap Masyarakat dalam Konservasi Sumberdaya Hutan

182.    Study Pemanfaatan Lahan Hutan Tanaman Pinus Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Seledri Jepang (Angelica Keiskei Koidzmi) Di Bkph Trawas Mojokerto

183.    Kemampuan Beberapa Vegetasi Menyerap Polutan Timbal (Pb) Asap Kendaraan Bermotor Di Kota Malang

184.    Pengaruh Komposisi Media Dan Lama Perendaman Zpt Rootone F Terhadap Pertumbuhan Stek Sonokembang (Pterocarpus Indicus Willd)

185.    Pengaruh Dosis Pupuk Za Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Gibberellic Acid (Ga3) Terhadap Pertumbuhan Bibit Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Umur 6 Bulan

186.    Karakteristik Komunitas Kelelawar Pemakan Serangga (Microchiroptera) di Way Canguk Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

187.    Studi Harian Orangutan (Pongo pygmaeus) di Taman Agro Satwa dan Wisata Bumi Kedaton Bandar Lampung

188.    Studi Perilaku Makan dan Analisis Vegetasi Pakan Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Taman Nasional Gunung Ciremai

189.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Urine Sapi Dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan Semai Damar (Agathis Loranthifolia Salibs) Umur 4 Bulan

190.    Pengaruh Dosis Endomikoriza Dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Umur 6 Bulan

191.    Pengaruh Panjang Dan Bentuk Potongan Pangkal Stek Terhadap Pertumbuhan Semai Gamal (Gliricidia Sepium Jacq Steud)

192.    Perancangan Wisata Alam Bukit Gunung Sulah di Kelurahan Gunung Sulah Kota Bandar Lampung

193.    Studi Perilaku Berkubang Bada Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fiscer, 1814) di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas

194.    Studi  Keanekaragaman Jenis Burung di PTP Nusantara VII (PERSERO) Afdeling V Unit Usaha Bergen Kecamatan Tanjung Bintang Lampung Selatan

195.    Respon Pertumbuhan Stek Sungkai ( Peronema Canescens Jack) Dari Konsentrasi Larutan Gibberellin Acid (Ga3) Dan Komposisi Media Tumbuh

196.    Respon Semai Mahoni (Swietenia Mahagoni Jacg.) Umur Tiga Bulan Dari Berbagai Komposisi Dan Dosis Pupuk Organik

197.    Pengaruh Konsentrasi Asam Khlorida (Hcl) Dan Waktu Penyadapan Terhadap Produksi Getah Damar (Agathis Loranthifolia Salisb)

198.    Uji Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swetenia Macrophylla King) Dari Berbagai Dosis Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Urea Di Kph Ngawi

199.    Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Rootone F Dan Pupuk Daun Gandasil D Terhadap Pertumbuhan Stump Jati ( Tectona Grandis Linn.F.)

200.    Keanekaragaman Spesies dan Peran Ekologis Burung di Repong Damar Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Lampung Barat

201.    Pengaruh Konsentrasi Asam Khlorida (Hcl) Terhadap Produksi Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Di Oro-Oro Ombo Bkph Pujon Selatan Perum Perhutani Kph Malang

202.    Studi Perilaku Makan dan Kandungan Gizi Pakan Alami Orangutan (Pongo pygmaeus) di Taman Nasional Tanjung Puting Kalimantan Tengah

203.    Perilaku Seksual Rusa Sambar (Cervus unicolor) di Penangkaran Rusa Universitas Lampung

204.    Analisis Perubahan Penutupan Lahan Kota Bandar Lampung

205.    Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Bawah Berkhasiat Obat di Taman Hutan Raya Abdul Rahman (studi di Lahan Kelompok Tani Hutan Sidodadi Desa Sidodadi, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Lampung Selatan

206.    Respon Pertumbuhan Semai Tusam (Pinus Caribeae Jungh Et De Vriese) Dari Dosis Pupuk Npk Dan Limbah Pabrik Rokok

207.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Ga3 Dan Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Stek Gamal (Gliricidia Sepium (Jacq) Steud)

208.    Respon Pertumbuhan Bibit Kesambi (Schleicsera Oleosa Merr Linn F) Dari Berbagai Media Dan Konsentrasi Larutan Pupuk Daun Gandasil-D

209.    Pengaruh Dosis Pupuk Guano Dan Macam Media Tanaman Terhadap Pertumbuhan Semai Tusam (Pinus Caribiae Jumg Et De Vriese)

210.    Perubahan Tutupan Hutan di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

211.    Penentuan Rute Stategis Patroli Gajah dalam Pencegahan Kebakaran Hutan di Taman nasional Way Kambas

212.    Studi Pakan Rusa Timor (Cervus timorensis russa, Mull. & Schl) di Penangkaran Rusa Taman Wisata Lembah Hijau Kota Bandar Lampung

213.    Pengaruh Tingkat Kemasakan Benih Dan Pemberian Dosis Urea Terhadap Pertumbuhan Semai Gamal (Gliricidia Sepium Jacq Steud)

214.    Pemberian Konsentrasi Larutan Ga3 Dan Lama Perendaman Dalam H2so4 Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Caribeae Jungh Et De Vriese)

215.    Pengaruh Komposisi Media Dan Konsentrasi Larutan Pupuk Daun Hyponex Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Caribeae Jungh Et De Vriese)

216.    Analisis Manajemen Rehabilitasi Burung Elang pada Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga Desa Cisitu Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat

217.    Penentuan Rute Strategis Patroli Gajah dalam Pencegahan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas

218.    Nilai Ekonomi Teknik Penghalau Gajah Sumatera (Elephas maximus) oleh Masyarakat Sekitar Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur

219.    Respon Pertumbuhan Semai Mahoni (Swietenia Mahagoni Jacq) Dari Pemberian Komposisi Media Tanam Limbah Media Jamur Tiram Dan Konsentrasi Larutan Ga3

220.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Pupuk Organik Cair (Poc) Nasa Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

221.    Keanekaragaman Jenis Amfibi (Ordo Anura) pada Berbagai Tipe Habitat di Youth Camp Desa Hurun Kecamatan Padang Cermin Kebupaten Pesawaran

222.    Nilai Keberadaan Pulau Condong sebagai Tujuan Wisata Alam bagi Masyarakat Desa Rangai Kecamatan Ketibung Kabupaten Lampung Selatan

223.    Perubahan Tutupan Hutan Mangrove di Pesisir Kabupaten Lampung Timur

224.    Partisipasi Masyarakat dalam Penelolaan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Studi Kasus di Desa Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus)

225.    Peranan Hutan Kota Malabar Terhadap Penyerapan Timbal (Pb)

226.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Effektive Mikroorganisme-4 (Em4) Dan Macam Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Semai Sengon Laut (Paraserianthes Falcataria (L) Fosberg)

227.    Perilaku Harian Burung Tekukur (Streptopelia chinensis) di Lapangan Tenis Universitas Lampung

228.    Identifikasi Jenis Epifit dan Tumbuhan yang Menjadi Penopanngnya di Blok Perlindungan dalam Kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

229.    Studi Sistem Pengamanan Kawasan Hutan di Resort Way Kanan Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung timur

230.    Pengaruh Dosis Pupuk Kandang Sapi Dan Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Caribeae Jungh Et De Vriese)

231.    Pengaruh Bobot Dan Kedalaman Penanaman Benih Terhadap Pertumbuhan Awal Semai Sengon Buto (Enterolobium Cyclocarpum Jacq. Griseb)

232.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Daun Terhadap Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia Mangium Wild)

233.    Pengaruh Konsentrasi Dan Interval Pemberian Pupuk Daun Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Jati (Tectona Grandis Linn.)
234.   
235.    Kajian Kegiatan Penanaman dalam Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (GN-RHL) 2003 di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Provinsi Lampung

236.    Keanekaragaman Jenis Burung di Huatn Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman Provinsi Lampung

237.    Pendugaan Sebaran Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) Menggunakan Sistem Informasi Geografis di Taman Nasional Berbak

238.    Pengaruh Komposisi Media Dan Kedalaman Tanam Terhadap Perkecambahan Benih Dan Pertumbuhan Semai Jati (Tectona Grandis Linn.F)

239.    Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Rootone F Dan Pupuk Daun Gandasil D Terhadap Pertumbuhan Stump Jati ( Tectona Grandis Linn.F.)

240.    Pengaruh Skarifikasi Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Abitonik Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Jati (Tectona Grandis. Liin. F)

241.    Pengaruh Macam Pupuk Organik Dan Dosis Inokulasi Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

242.    Pengaruh Dosis Mikoriza (Gigaspora Margarita) Terhadap Pertumbuhan Semai Sengon (Paraserianthes Falcataria (L) Nielson)

243.    Struktur, Komposisi Vegetasi, dan Keberadaan Satwaliar Teresterial di Areal Rehabilitasi Hutan Mangrove Desa Margasari dan Desa Sriminosari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaen Lampung Timur

244.    Presepsi Pengunjung terhadap Sarana Rekreasi dan Kondisi Vegetasi di Taman Hutan Kota Way Halim (THKWH) Bandar Lampung Provinsi Lampung

245.    Kajian Kesesuaian Jenis Pohon Penghijauan Kota Bandar Lampung di Sekitar Jalan Teungku Umar

246.    Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Abitonik Terhadap Perkecambahan Benih Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De. Vriese)

247.    Pengaruh Interval Dan Konsentrasi Insektisida Fastac 15 Ec Terhadap Hama Inger-Inger (Neotermes Tectonae Damm) Pada Tegakan Jati (Tectona Grandis Linn.F)

248.    Pengaruh Jenis dan Kerapatan Tajuk Pohon terhadap Suhu dan Kelembaban Taman Kota di Kelurahan Way Halim Bandar Lampung

249.    Frekuensi dan Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Famili Felidae Terhadap Ternak Penduduk di Sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

250.    Evaluasi Penerapan Pola Agroforestri Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Hutan Dalam Program Perhutanan Sosial (Studi Kasus Di Desa Sumbersuko Rph Wagir Bkph Kepanjen Kph Malang)

251.    Pengaruh Dosis Tanah Bermikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni ( Swietenia Macrophylla King )

252.    Studi Populasi dan Habitat Burung Kuntul Kerbau (Bubulcus ibis, Linnaeus 1758) di Lebak Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan

253.    Faktor-Faktor yang Berpengaruh terhadap Interaksi Masyarakat Sekitar dengan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (Studi Kasus Dua Desa di Sub Seksi Wilayah Konservasi Sukaraja Taman Nasional  Bukit Barisan Selatan)

254.    Pengaruh Umur Bibit Dan Dosis Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese

255.    Pengaruh Dosis Dan Waktu Pemberian Tanah Berektomikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Ampupu (Eucalyptus Alba Reinw)

256.    Pengaruh Tinggi Pangkasan Pertama Dan Dosis Pemupukan Limbah Daun Terhadap Pertumbuhan Tunas Kayu Putih ( Melaleuca Leucadendron. L )

257.    Kontribusi Tenaga Kerja Wanita Terhadap Kesejahteraan Keluarga Dan Produksi Persemaian Jati (Tectona Grandis Linn.F) Di Pusat Pengembangan Sumber Daya Hutan Cepu Jawa Tengah

258.    Pengaruh Konsentrasi Asam Khlorida (Hcl) Terhadap Produksi Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Di Oro-Oro Ombo Bkph Pujon Selatan Perum Perhutani Kph Malang

259.    Pengaruh Media Simpan Dan Lama Penyimpanan Terhadap Viabilitas Benih Dan Pertumbuhan Bibit Jati (Tectona Grandis Linn. F)

260.    Perkembangan Populasi dan Pola Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Hutan Monyet Tirtosari Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Teluk Betung utara Bandar Lampung

261.    Keanekaragaman Jenis bUrung di Pulau Anak Krakatau Kawasan Cagar Alam Kepulauan Krakatau

262.    Studi Komparatif Tingkat Kebakaran Hutan pada Hutan Tanaman Jenis Acacia mangium dan Switenia macrophylla (Studi Kasus di HPHTI PT. Inhutani V Lampung BSPH Way Hanakau)

263.    Uji Panjang Pengeratan Dengan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Gmelina (Gmelina Arborea Roxb)

264.    Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Gibberellin Acid (Ga3) Terhadap Perkecambahan Benih Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

265.    Analisis Korelasi Tinggi Dan Diameter Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Dengan Kandungan Unsur Hara Makro Pada Berbagai Kelas Umur Di Petak 83 I, 84 A, 84 C Dan 85 B Rph Pujon Selatan Bkph Pujon Kph Malang

266.    Pengaruh Diameter Batang Dan Konsentrasi Asam Chlorida Terhadap Hasil Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vries)

267.    Respon Pemberian Macam Pupuk Organik Dan Konsentrasi Effektif Mikroorganisme-4 (Em-4) Terhadap Pertumbuhan Bibit Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

268.    Pengaruh Konsentrasi Dan Interval Pemberian Pupuk Daun Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swietenia Macrophylla King)

269.    Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Auksin Terhadap Induksi Perakaran Tunas Jati (Tectona Grandis Linn.F) Dari Hasil Kultur Jaringan

270.    Studi Pertumbuhan Semai Jati (Tectona Grandis Linn. F.)Pada Berbagai Media Dan Ketebalan Serasah

271.    Pengaruh Bentuk Kontiner Dengan Jenis Media Terhadap Pertumbuhan Bibit Tusam (Pinus Merkusii Jungh. Et De Vriese).

272.    Keanekaragaman Jenis Burung Air di Lebak Pampangan Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

273.    Pengaruh Media Simpan Dan Lama Penyimpanan Terhadap Viabilitas Benih Dan Pertumbuhan Bibit Jati (Tectona Grandis Linn. F)

274.    Studi Daya Dukung Pengelolaan Pariwisata Air Terjun Wiyono Taman Nasional Hutan Raya Wan Abdul Rachman Provinsi Lampung

275.    Studi Keanekaragaman Burung di Ruang Terbuka Hijau di Universitas Lampung

276.    Pengaruh Dosis Pupuk Tsp Dengan Media Tanam Terhadap Pertumbuhanbibit Sengon (Paraserianthes Falcataria L, Nielson)

277.    Pengaruh Komposisi Media Tumbuh Dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et. De. Vr)

278.    Analisis Agrisilvikultur Terhadap Perkembangan Riap Tegakan Pinus ( Pinus Merkusii Jungh Et De Vries)

279.    Pengaruh Variasi Ukuran Polybag Dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

280.    Analisis Habitat Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles) di Bukit Banten Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton Bandar Lampung
281.    Pengaruh Perendaman Benih Dalam Berbagai Konsentrasi Larutan Asam Sulfat (H2 So4) Dan Pemanfaatan Blotong Sebagai Media Tumbuh Tanaman Jati ( Tectona Grandis Linn F )

282.    Analisa Keberhasilan Tanaman Pokok Jati (Tectona Grandis Linn. F.) Pada Model Wanatani Kacang Tanah Dan Jagung Di Rph Rejoso Bkph Kesamben Kph Blitar

283.    Pengaruh Macam Dan Dosis Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Bibit Pinus (Pinus Merkusii Jung H Et De Vriese)

284.    Ukuran Kelompok Simpai (Presbytis melalophos) di Hutan Desa Cugung Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Model Gunung Rajabasa Lampung Selatan

285.    Perubahan Tutupan Lahan di Taman Nasional Way Kambas

286.    Perilaku dan Menggaram Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di Resort Pemerihan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

287.    Keanekaragaman Jenis Burung pada Beberapa Kawasan Hutan Kota Bandar Lampung

288.    Analisa Pola Tanam Tumpang Sari Di Bawah Tegakan Jati (Tectona Grandis Linn. F) Di Rph Kaulon Bkph Lodoyo Timur Kph Blitar

289.    Pengaruh Konsentrasi Efektif Mikroorganisme 4 (Em4) Dan Dosis Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Semai Mahoni (Switenia Macrophylla King)

290.    Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Iaa Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Gmelina (Gmelina Arborea Linn.)

291.    Pengaruh Umur Bibit Dan Konsentrasi Pupuk Daun Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

292.    Keanekaragaman Spesies Burung di Lahan Basah Rawa Bujung Raman Desa Bujung Dewa Kecamatan Pagar Dewa Kabupaten Tulang Bawang Barat

293.    Studi Populasi Siamang (Hylobates syndactylus) di Gunung Pesawaran Taman hutan Raya Wan Abdul Rahman Provinsi Lampung

294.    Strategi Pengembangan Air Terjun Wiyono sebagai Kawasan Wisat Alam

295.    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun Vitabloom Dan Zat Pengatur Tumbuh Naa Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Jati (Tectona Grandis Linn. F) Hasil Induksi Perakaran Kultur Jaringan Di Pusbang-Sdh Cepu Jawa Tengah

296.    Analisis Ekonomi Tanaman Pertanian Program Wanatani Di Rph Pujon Selatan Bkph Pujon Kph Malang

297.    Evaluasi Keberhasilan Wanatani Kelompok Tani Hutan Di Krph Gunung Sari Bkph Glenmore Kph Banyuwangi Barat

298.    Studi Permintaan Rekreasi di Wana Wisata Curug Cilember Kabupaten Bogor Jawa Barat

299.    Peran Stakeholders dalam Konservasi Penyu di Pekon Muara Tembulih Kecamatan Ngambur Kabupaten Lampung Barat

300.    Keanekaragaman Jenis Burung di Lahan Basah Way Pegadungan Desa Rajawali Kecamatan Bandar Surabaya Kabupaten Lampung Tengah

301.    Studi Kondisi Vegetasi dan Sistem Penilaian Bahaya Kebakaran di Resort Kuala Penet Taman Nasional Way Kambas

302.    Jenis, Densitas, dan Penyebaran Pohon Langka di Blok Perlindungan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

303.    Evaluasi Keberhasilan Pertumbuhan Tegakan Sengon (Paraserianthes Falcataria (L) Nielson) Terhadap Beberapa Metode Tumpangsari Yang Berbeda

304.    Pengaruh Suhu Awal Air Dengan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Dan Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia Mangium Willd)

305.    Evaluasi Keberhasilan Wanatani Kelompok Tani Hutan Di Krph Gunung Sari Bkph Glenmore Kph Banyuwangi Barat

306.    Presepsi Pengunjung terhadap Kondisi Taman Wisata Alam Bumi Kedaton

307.    Pengaruh Konsentrasi Dan Waktu Pemberian Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Stump Belah Jati (Tectona Grandis Linn. F)

308.    Studi Lama Penyimpanan Dalam Wadah Yang Bervariasi Terhadap Viabilitas Dan Pertumbuhan Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

309.    Identifikasi Gangguan Satwa Famili Felidae terhadap Mayarakat di Sekitar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

310.    Keanekaragaman Jenis Reptil di Repong Damar Pekon Pahmungan Pesisir Barat (Studi Kasus Plot Permanen Universitas Lampung)

311.    Partisipasi Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas

312.    Keanekaragaman Fauna Tanah pada Lahan yang Ditumbuhi Mahoni, Mangium, dan Jati Putih di Arboretum Universitas Lampung

313.    Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Urea Pada Kedalaman Pemupukan Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Merkusii Jung Et De Vriese)

314.    Studi Struktur Dan Komposisi Permudaan Alami Hutan Hujan Tropis Cagar Alam Pulau Sempu Malang Jawa Timur

315.    Identifikasi jenis tanaman di lahan garapan KPPH wana makmur dalam tahura wan abdul rachman

316.    Pengaruh pemberian cairan stimulansia terhadap produksi getah pinus

317.    Perbandingan produksi getah pinus berdasarkan ketinggian tempat tumbuhnya

318.    Perbandingan produksi getah pinus brdasarkan cairan stimulansia yang digunakan sebagai perangsang keluarnya getah pinus

319.    Komposisi Tanaman Agroforestri Dan Kontribusinya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Di Desa Pesawaran Indah Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran Lampung

320.    Komposisi Tumbuhan Bawah Di Tahura Nipa-Nipa Desa Soropia Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara

321.    Jenis Tanaman, Kerapatan, Dan Stratifikasi Tajuk Pada Hutan Kemasyarakatan Kelompok Tani Rukun Makmur 1 Di Register 30 Gunung Tanggamus, Lampung

322.    Analisis Kelayakan Finansial Dan Pemasaran Kakao Di Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran

323.    Kontribusi Agroforestri Terhadap Pendapatan Petani Di Kelurahan Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung

324.    Analisis Vegetasi Tumbuhan Asing Invasif Di Kawasan Taman Hutan Raya Dr. Moh. Hatta, Padang, Sumatera Barat

325.    Komposisi Dan Struktur Vegetasi Di Blok Pemanfaatan Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu (Hpkt) Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

326.    Pengembangan Potensi Hasil Hutan Bukan Kayu Oleh Kelompok Sadar Hutan Lestari Wana Agung Di Register 22 Way Waya Kabupaten Lampung Tengah

327.    Identifikasi Dan Inventarisasi Bambu Di Blok Pendidikan Dan Penelitian Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

328.    Komposisi, Struktur, Dan Keanekaragaman Jenis Vegetasi Di Jalur Wisata Air Terjun Wiyono Atas Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Provinsi Lampung

329.    Analisis Karbon Tersimpan Pada Serasah Dan Tanah Di Areal Budidaya Dan Areal Alami Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

330.    Komposisi Jenis Dan Pola Agroforestry Di Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Bogor, Jawa Barat

331.    Analisis Vegetasi Dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat Pengelola Agroforestri Di Desa Sumber Agung Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung

332.    Analisis  Pengelolaan Agroforestry Dan Kontribusinya Terhadap Perekonomian Masyarakat 

333.    Inventarisasi Tanaman Introduce Di Gunung Api Purba Nglanggeran, Gunungkidul, Diy

334.    Kontribusihasil Pendapatan Hutan Kayu Pada Usaha Hutan Rakyat Pola Agroforestri Di Kabupaten Tasikmalaya

335.    Keanekaragaman Jenis Pohon Pada Tipe Ekosistem Hutan Hujan Tropis Dataran Rendah Di Hutan Kampus Universitas Jambi Mendalo

336.    Pengelolaan Lahan Dengan Sistem Agroforestry Oleh Masyarakat Baduy Di Banten Selatan

337.    Keanekaragaman Makrofauna Tanah Pada Berbagai Pola Agroforestri Lahan Miring  Di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah

338.    Komposisi Dan Stratifikasi Vegetasi  Pohon Di Hutan Pendidikan Universitas Sumatera Utara, Tongkoh, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara

339.    Identifikasi Jenis-Jenis Pohon Penyusun Vegetasi Gambut Taman Nasional Danau Sentarum Kabupaten Kapuas Hulu

340.    Identifikasi Jenis Dan Manfaat Pohon Di Wilayah Kampus Utama Universitas Sebelas Maret

341.    Keanekaragaman Jenis Pohon Di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman

342.    Analisis Vegetasi Spermatophyta Di Taman Hutan Raya (Tahura) Seulawah Aceh Besar

343.    Anda Keberadaan Tidak Langsung Kelelawar Pemakan Buah Di Sub Blok Perhutanan Sosial Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman

344.    Pelaksanaan Pengaturan Kawasan Hutan Konservasi Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah  Provinsi Lampung
   
345.    Komposisi Tumbuhan Bawah Di Tahura Nipa-Nipa Desa Soropia Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe Sulawesi Tenggara

346.    Dentifikasi Tumbuhan Paku (Pteridophyta) Sebagai  Bahan Ajar Botani Tumbuhan Rendah Di Kawasan Tahura  Pocut Meurah Intan Kabupaten Aceh Besar

347.    Jenis-Jenis Tumbuhan Mangrove Di Desa Lebo Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong Dan Pengembangannya Sebagai Media Pembelajaran

348.    Keberadaan Burung Rangkong (Bucerotidae) Di Gunung Betung Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman
   
349.    Analisis Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Berbuah Di Hutan Lindung Surokonto, Kendal, Jawa Tengah Dan Potensinya Sebagai Kawasan Konservasi Burung

350.    Analisis Vegetasi Tengkawang Di Kebun Masyarakat Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

Related Posts:

350 Contoh Judul Skripsi Kehutanan

Contoh Judul Skripsi Kehutanan. berikut ini guwe akan berbagi tentang judul-judul skripsi tentang kehutanan, bagi kalian mahasiswa kehutanan yang lagi bingung buat mencari judul skripsi mungkin kalian bisa baca artikel ini untuk membuka wawasan kalian agar kalian bisa menentukan penelitian apa yang akan kalian lakukan.


1.    Studi Kondisi Vegetasi Hutan di Areal HKM Kawasan Register 45B Bukit Rigis Pekon Tribudi Syukur  Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat

2.    Kemampuan beberapa Jenis Tanaman Jalur Hijau dalam Menyerap Partikel Timbal (Pb) di Udara

3.    Pengetahuan Lokal Masyarakat dalam Pengelolaan Repong Damar (Shorea javanica) di Desa Menyancang dan Pahmungan, Kecamatan Pesisir Tengah Krui, Kabupaten Lampung Barat

4.    Studi Pengembangan Wisata Alam di Wana Wisata Karangnini KPH Ciamis Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten

5.    Pengaruh Skarifikasi Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Abitonik Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Jati (Tectona Grandis. Liin. F)

6.    Pengaruh Macam Pupuk Organik Dan Dosis Inokulasi Mikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

7.    Pengaruh Dosis Mikoriza (Gigaspora Margarita) Terhadap Pertumbuhan Semai Sengon (Paraserianthes Falcataria (L) Nielson)

8.    Keanekaragaman Spesies dan Peran Ekologis Burung di Repong Damar Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Lampung Barat

9.    Keanekaragaman Jenis Burung Air di Lebak Pampangan Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan

10.    Studi Pengembangan Wisata Alam di Wana Wisata Karangnini KPH Ciamis Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten

11.    Studi Habitat Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis Fischer, 1814) di Areal Pengembangan Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas, Lampung

12.    Tanggapan Masyarakat tentang Penangkaran Rusa Sambar (Cervus unicolor Kerr, 1792) Universitas Lampung di Bandar Lampung

13.    Studi Perilaku Simpai (Presbytis melalophos) di Areal Perladangan Gunung Pesawaran Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman

14.    Tingkat Kenyamanandi Hutan Kota Srengseng Jakarta Barat

15.    Keanekaragaman Jenis Pohon di Hutan Pendidikan Konservasi Terpadu Tahura Wan Abdul Rachman

16.    Studi keanekaragaman Jenis Burung sebagai Pengembangan Potesi Wisata Birdwatching di Wilayah Kelola SHK Lestari TAHURA Wan Abdul Rahman Provinsi Lampung Indonesia

17.    Perbandingan Keanekaragaman Flora dan Fauna di Bukit Gunung Sulah dan Bukit Banten Kota Bandar Lampung

18.    Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Abitonik Terhadap Perkecambahan Benih Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De. Vriese)

19.    Pengaruh Interval Dan Konsentrasi Insektisida Fastac 15 Ec Terhadap Hama Inger-Inger (Neotermes Tectonae Damm) Pada Tegakan Jati (Tectona Grandis Linn.F)

20.    Evaluasi Penerapan Pola Agroforestri Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Desa Hutan Dalam Program Perhutanan Sosial (Studi Kasus Di Desa Sumbersuko Rph Wagir Bkph Kepanjen Kph Malang)

21.    Peran Siamang (Hylobates syndactylus Raffles, 1821) Sebagai Pemencar Biji di Resort Way Kanan Taman Nasional Way Kambas Lampung

22.    Pelepasliaran dan Perilaku Harian Burung Tekukur (Streptopelia chinensis) di Kebun Kopi Desa Fajar  Baru, Pagelaran Utara, Pringsewu

23.    Vandalisme dalam Kegiatan Wisata Hutan di Taman Kupu-Kupu Gita Persada Bandar Lampung

24.    Biodiversitas Burung di Desa Sungai Luar Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

25.    Kajian Vegetasi di Kanan-Kiri Jalan Sanggi-BengkunatKM 30 - KM 32 Taman Nasional Bukit Barisan Selatan sebagai Habitat Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus)

26.    Pengaruh Dosis Tanah Bermikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni ( Swietenia Macrophylla King )

27.    Pengaruh Dosis Dan Waktu Pemberian Tanah Berektomikoriza Terhadap Pertumbuhan Bibit Tanaman Ampupu (Eucalyptus Alba Reinw)

28.    Pengaruh Tinggi Pangkasan Pertama Dan Dosis Pemupukan Limbah Daun Terhadap Pertumbuhan Tunas Kayu Putih ( Melaleuca Leucadendron. L )

29.    Kontribusi Tenaga Kerja Wanita Terhadap Kesejahteraan Keluarga Dan Produksi Persemaian Jati (Tectona Grandis Linn.F) Di Pusat Pengembangan Sumber Daya Hutan Cepu Jawa Tengah

30.    Pengaruh Warna Kotak terhadap Perkembangan Koloni dan Produksi Madu Lebah Apis cerana Fabr

31.    Peranan Sistem Repong Damar terhadap Pendapatan, Asupan Makan dan Status Gizi Balita : Studi Kasus di Desa Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat

32.    Kajian Pengelolaan Ulat Sutera (Bombyx mori L.) dan Kontribusinya terhadap Pendapatan Petani Pengelola Ulat Sutera di Desa Sukajaya Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Lampung Barat

33.    Uji Panjang Pengeratan Dengan Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Stek Gmelina (Gmelina Arborea Roxb)

34.    Uji Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swetenia Macrophylla King) Dari Berbagai Dosis Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Urea Di Kph Ngawi

35.    Keanekaragaman Jenis Satwaliar pada Kawasan Lindung di Kota Bandar Lampung

36.    Studi Keanekaragaman Jenis dan Populasi Kelelawar di Endapan Nipah Way Sleman Tampang-Belimbing Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

37.    Partisipasi Masyarakat dan Pengaruh Pengelolaan Wisata terhadap Kondisi Sosial Masyarakat Sekitar Taman Nasional Way Kambas (Studi Kasus di Desa Labuhan Ratu IX Kecamatan Labuhan Ratu Kabupaten Lampung Timur)

38.    Pengaruh Perkampungan terhadap Manajemen Konservasi di Taman Nasional Way Kambas (Studi Kasus di Desa Labuhan Ratu VI dan Desa Braja Asri)

39.    Studi Pakan dan Perilaku Makan Simpai (Presbytis melalophos) di Gunung Pesawaran Tahura Wan Abdul Rahman

40.    Pengaruh Lama Perendaman Dan Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Gibberellin Acid (Ga3) Terhadap Perkecambahan Benih Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

41.    Analisis Korelasi Tinggi Dan Diameter Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Dengan Kandungan Unsur Hara Makro Pada Berbagai Kelas Umur Di Petak 83 I, 84 A, 84 C Dan 85 B Rph Pujon Selatan Bkph Pujon Kph Malang

42.    Populasi dan Pola Aktivitas Harian Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis Raffles, 1921) di Hutan Kota Tirtosari Kelurahan Sumur Batu Kecamatan Teluk Betung Utara Bandar Lampung

43.    Aliran Batang, Curahan Tajuk, dan Laju Infiltrasi pada Pohon Kenari, Mahoni, dan Wareng di Arboretum Universitas Lampung

44.    Studi Perilaku Makan Pakan Drop In Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus, Linnaeus 1760) di Pusat Primata Schmutzer Taman Margasatwa Ragunan Jakarta

45.    Pengaruh Diameter Batang Dan Konsentrasi Asam Chlorida Terhadap Hasil Getah Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vries)

46.    Respon Pemberian Macam Pupuk Organik Dan Konsentrasi Effektif Mikroorganisme-4 (Em-4) Terhadap Pertumbuhan Bibit Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

47.    Pengaruh Konsentrasi Dan Interval Pemberian Pupuk Daun Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swietenia Macrophylla King)

48.    Studi Habitat Bertelur dan Penetasan Penyu Sisik (Eretmochelys imbricata) di Pulau Pesemut Kepulauan Belitung

49.    Kontribusi Pusat Latihan Gajah Tanam Nasional Way Kambas terhadap Pendapatan Masyarakat Sekitar

50.    Pola Penggunaan Ruang oleh Rusa Sambar Jantan (Cervus unicolor) di Penangkaran Rusa Universitas Lampung

51.    Pengaruh Jenis Dan Konsentrasi Auksin Terhadap Induksi Perakaran Tunas Jati (Tectona Grandis Linn.F) Dari Hasil Kultur Jaringan

52.    Studi Pertumbuhan Semai Jati (Tectona Grandis Linn. F.)Pada Berbagai Media Dan Ketebalan Serasah

53.    Studi Kebutuhan Pakan Rusa Sambar (Cervus unicolor Kerr, 1792) di Penangkaran Rusa Universitas Lampung

54.    Aliran Batang dan Curahan Tajuk pada Pohon Wareng, Bayur, dan Sengon di Arboretum Universitas Lampung

55.    Monitoring Keanekaragaman Kelelawar Pemakan Serangga (Microchiroptera) di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan

56.    Inventarisasi Jenis Tumbuhan Sumber Pakan Lebah Madu (Apis spp) dan Kesesuaian Kondisi Lingkungan di Kawasan Hutan Register 19 Gunung Betung dan di Kampung Citiis, Kelurahan Batu Putu, Teluk Betung Barat, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung

57.    Pengaruh Bentuk Kontiner Dengan Jenis Media Terhadap Pertumbuhan Bibit Tusam (Pinus Merkusii Jungh. Et De Vriese).

58.    Pengaruh Konsentrasi Asam Khlorida (Hcl) Dan Waktu Penyadapan Terhadap Produksi Getah Damar (Agathis Loranthifolia Salisb)

59.    Nilai Keberadaan (Exsistence Value) Taman Nasional Bukit Barisan Selatan di Provinsi Lampung

60.    Biodiversitas burung di Desa Kibang Pacing Kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

61.    Studi Suplay Pakan dan Perilaku Makan Rusa Sambar (Cervus unicolor) di Taman Wisata Bumi Kedaton

62.    Aktivitas Manusia yang Merusak di Taman Nasional Berbak Propinsi Jambi

63.    Uji Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swetenia Macrophylla King) Dari Berbagai Dosis Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Urea Di Kph Ngawi

64.    Uji Pertumbuhan Bibit Mahoni (Swetenia Macrophylla King) Dari Berbagai Dosis Dan Frekuensi Pemberian Pupuk Urea Di Kph Ngawi

65.    Pengaruh Dosis Pupuk Tsp Dengan Media Tanam Terhadap Pertumbuhanbibit Sengon (Paraserianthes Falcataria L, Nielson)
66.    Pengaruh Komposisi Media Tumbuh Dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et. De. Vr)

67.    Kelimpahan Satwa Mangsa Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) di Suaka Margasatwa Dangku dan Sekitarnya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

68.    Studi Pakan Drop In Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) dalam Kandang di Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga Sukabumi Jawa Barat

69.    Kajian Konservasi Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dalam Manajemen Pusat Latihan Gajah Taman Nasional Way Kambas

70.    Distribusi Patroli Gajah dalam Penanggulangan Gangguan Gajah di Batas Kawasan Taman Nasional Way Kambas Resort Kuala Penet

71.    Ekotipologi Habitat dan Populasi Kepiting Bakau (Scylla serrata Forskal) di Hutan Bakau Ujung Gagak Segara Anakan Cilacap Jawa Tengah

72.    Analisis Agrisilvikultur Terhadap Perkembangan Riap Tegakan Pinus ( Pinus Merkusii Jungh Et De Vries)

73.    Pengaruh Variasi Ukuran Polybag Dan Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

74.    Study Keberadaan Satwa Liar untuk Pelengkap Ekowisata di Wilayah Kelola Sistem Hutan Kerakyatan (SHK) Lestari Taman Hutan Raya Abdul Rahman (Tahura War)

75.    Keanekaragaman Tumbuhan dalam Blok Koleksi Tanaman di Taman Hutan Raya Wan Abdur Rachman

76.    Studi Karakteristik Fisik Habitat Bergantung Kalong (Pteropus vampyrus, Linnaeus 1758) di Way Sleman Tampang Belimbing Taman Nasional Bukit Barisan Selatan, Lampung

77.    Analisa Pola Tanam Tumpang Sari Di Bawah Tegakan Jati (Tectona Grandis Linn. F) Di Rph Kaulon Bkph Lodoyo Timur Kph Blitar

78.    Pengaruh Konsentrasi Efektif Mikroorganisme 4 (Em4) Dan Dosis Kompos Azolla Terhadap Pertumbuhan Semai Mahoni (Switenia Macrophylla King)

79.    Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh Iaa Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Bibit Gmelina (Gmelina Arborea Linn.)

80.    Studi dan Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove di Desa Pulau Pahawang Kecamatan Punduh Pedada Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung

81.    StudiPotensi Tumbuhan Obat di Kawasan Taman Hutan Raya Gunung Betung Register 19 Desa Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Lampung Selatan
82.    Studi Pengembangan Hutan Kota Berdasarkan Kebutuhan Oksigen di Kota Tangerang Provinsi Banten

83.    Studi Pakan Drop in Rusa Sambar (Cervus unicolor) Pasca Adaptasi Habitat di Kandang Penangkaran Rusa Sambar Universitas Lampung Bandar Lampung

84.    Potensi Pengembangan Ekowisata di Daerah Baduy Desa Kenekes Kecamatan Leuwidamar Kabupaten Lebak-Banten

85.    Pengaruh Umur Bibit Dan Konsentrasi Pupuk Daun Bayfolan Terhadap Pertumbuhan Bibit Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese)

86.    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun Vitabloom Dan Zat Pengatur Tumbuh Naa Terhadap Pertumbuhan Stek Pucuk Jati (Tectona Grandis Linn. F) Hasil Induksi Perakaran Kultur Jaringan Di Pusbang-Sdh Cepu Jawa Tengah

87.    Studi Kondisi Vegestasi dan Keberadaan Satwa Liar di Gunung Pesawaran Register 19 Gunung Betung

88.    Potensi Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Merak Belantung Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan

89.    Studi Permintaan Rekreasi di Kawasan Wisata Alam Youth Camp Taman Hutan Raya (TAHURA) Wan Abdul Rachman Lampung

90.    Faktor-Faktor Penyebab Deforestasi di Kawasan hutan Lindung Register 39 Kabupaten Tanggamus

91.    Studi Prilaku Harian Burung Kakatua Besar Jambul Kuning (Cacatua galerita) di Dalam Kandang Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC) Sukabumi Jawa Barat

92.    Analisis Ekonomi Tanaman Pertanian Program Wanatani Di Rph Pujon Selatan Bkph Pujon Kph Malang

93.    Evaluasi Keberhasilan Wanatani Kelompok Tani Hutan Di Krph Gunung Sari Bkph Glenmore Kph Banyuwangi Barat

94.    Evaluasi Keberhasilan Pertumbuhan Tegakan Sengon (Paraserianthes Falcataria (L) Nielson) Terhadap Beberapa Metode Tumpangsari Yang Berbeda

95.    Analisis Habitat Siamang (Hylobathes syndactilus) di Repong Damar Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Lampung Barat

96.    Perilaku Sosial Rusa Sambar (Cervus unicolor) di Kandang Penangkaran Rusa Universitas Lampung

97.    Studi Penyebaran Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae Pocock, 1929) di Suaka Margasatwa Dangku dan Sekitarnya, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan

98.    Interaksi Antara Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dengan masyarakat di Bukit Banten Kelurahan Sidodadi Kecamatan Kedaton Kota Bandar Lampung

99.    Kajian Pengelolaan Hutan Mangrove di Desa Pulau Pahawang Kecamatan Marga Punduh Kabupaten Pesawaran

100.    Pengaruh Suhu Awal Air Dengan Lama Perendaman Terhadap Perkecambahan Benih Dan Pertumbuhan Semai Akasia (Acacia Mangium Willd)

101.    Evaluasi Keberhasilan Wanatani Kelompok Tani Hutan Di Krph Gunung Sari Bkph Glenmore Kph Banyuwangi Barat

102.    Analisa Vegetasi Tumbuhan Pionir Pada Areal Bekas Kebakaran Gunung Panderman Batu

103.    Penggunaan Kombinasi Zat Pengatur Tumbuh 2,4 D Dan Bap Terhadap Pertumbuhan Tunas Gaharu Jenis Aquilaria Malaccensis Lamk Secara In Vitro

104.    Studi Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Pulau Condong Darat Desa Rangai Kecamatan Ketibung Kabupaten Lampung Selatan

105.    Potensi Kehilangan Tanah Karena Erosi di Kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Bandar Lampung

106.    Pelepasliaran dan Studi Perilaku Harian Burung Kutilang (Pycnonotus aurigaster) di Desa Fajar Baru Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu

107.    Pengembangan Pola Agroforestry Antara Jati (Tectona Grandis Linn .F. ) Dengan Porang (Amorphopallus Onchophillus) Sebagai Upaya Pelestarian Hutan (Studi Kasus Di Rph Klangon, Bkph Pajaran, Kph Saradan)

108.    Kajian Sifat Fisik Tanah Dan Tumbuhan Suksesi Di Kawasan Gunung Panderman Pasca Kebakaran Hutan

109.    Pertumbuhan Benih Gamal (Gliricidia Sepium Jacq Steud) Pada Berbagai Kedalaman Tanam Dan Media Tanam

110.    Kajian Tingkat Kemasakan Dan Posisi Biji Pada Buah Pinus Terhadap Perkecambahan Benih Dan Pertumbuhan Semai Pinus (Pinus Merkusii Jung Et De Vries)

111.    Pengaruh Konsentrasi Pupuk Daun Gandasil D Dengan Ukuran Benih Terhadap Perkecambahan Dan Pertumbuhan Semai Jati (Tectona Grandis Linn. F)

112.    Program Perhutanan Sosial Dalam Upaya Perlindungan Kawasan Hutan (Studi Kasus Di Rph Dander Bkph Dander Kph Bojonegoro Unit Ii Jawa Timur)

113.    Keanekaragaman Jenis Burung di Hutan Mangrove Desa Pulau Pahawang Kecamata Punduh Pedada Kabupaten Lampung Selatan

114.    Keanekaragaman Jenis Burung di Kawasan Budidaya Desa Fajar Kecamatan Pagelaran Utara Kabupaten Pringsewu

115.    Struktur dan Komposisi Vegetasi Hutan Mangrove di Resort Wako Taman Nasional Way Kambas

116.    Sudi Populasi Cecah (Presbytis melalophos) di Repong Damar Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat

117.    Studi Perilaku Makan Alami Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) di Pusat Konservasi Gajah Taman Nasional Way Kambas Kabupaten Lampung Timur

118.    Perubahan Penutupan Lahan Resort Pugung Tampak Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS)

119.    Studi Perilaku Harian Kukang Sumatera (Nycticebus coucang) Pelepasliaran Yayasan IAR Indonesia Di Kandang Habituasi dan Hutan Lindung Batutegi Blok Rilau Kabupaten Tanggamus Lampung

120.    Analisis Produksi Getah Tusam (Pinus Merkusii Jungh Et De Vriese) Pada Ketinggian Yang Berbeda Di Rph Oro-Oro Ombo Bkph Pujon Kph Malang

121.    Analisis Kandungan Unsur Hara Makro (N, P Dan K) Pada Tegakan Mahoni (Swietenia Macrophylla King) Di Kebun Raya Purwodadi Pasuruan

122.    Analisis Vegetasi Tegakan Penyusun Hutan Alam Di Wilayah Kerja Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Resort Ranu Pane

123.    Pengetahuan Lokal Masyarakat Baduy tentang Pemanfaatan Tumbuhan Berkhasiat Obat

124.    Presepsi Masyarakat Lokal tentang Potensi dan Pengambangan Ekowisata di Hutan Damar Pekon Pahmungan Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Lampung Barat

125.    Studi Derajat Kerusakan Tegakan Akibat Kebakaran Hutan di Taman Nasional Way Kambas Provinsi Lampung

126.    Studi Populasi dan Perilaku Harian Lutung Jawa (Tachypithecus auratus) di Situ Sangiang Resort Sangiang Taman Nasional Gunung Ciremai Provinsi Jawa Barat

127.    Kajian Tindakan Konservasi terhadap Aliran Permukaan dan Erosi

128.    Pengaruh Perkampungan terhadap Manajemen Konservasi di Taman Nasional Betung Kerihun Kalimantan Barat (Studi Kasus di Desa Padua Mendalam dan Desa Sibau Hulu)

129.    Studi Keanekaragaman Jenis Burung di Areal Perkebunan Kelapa Sawit PTPN Bekri Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah

130.    Pengaruh Komposisi Media Semai Dan Dosis Pupuk Npk Terhadap Pertumbuhan Semai Damar (Agathis Loranthifolia Salisb)

131.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Urine Sapi Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Semai Damar (Agathis Loranthifolia Salisb)

132.    Respon Perkecambahan Benih Dan Pertumbuhan Semai Jati (Tectona Grandis Linn. F) Dari Penggunaan Kedalaman Tanam Dengan Komposisi Media

133.    Pengaruh Konsentrasi Larutan Pupuk Daun Hyponex Dan Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Semai Eukaliptus (Eucalyptus Alba Reinw)

134.    Studi Populasi Kukang Sumatra (Nycticebus coucang) di Hutan Lindung Batutegi Blok Rilau

135.    Keanekaragaman Spesies Burung di Hutan Pinus dan Hutan Campuran Muarasipongi Kabupaten Mandailing Natal Sumatera Utara

136.    Studi Kondisi Vegetasi sebagai Habitat Monyet ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Bukit Gunung Sulah Kota Bandar Lampung

137.    Studi Pakan Drop In dan Perilaku Makan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Penangkaran Taman Agro Wisata Satwa dan Wisata Bumi Kedaton Bandar Lampung

138.    Studi Populasi Burung Kuntul Besar ( Egretta alba) di Rawa Pacing Dusun Kibang Pancing Jaya Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

139.    Aliran Batang dan Curahan Tajuk pada Pohon Mahoni, Akasia, dan Kenari

140.    Analisis Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Desa Kibang Pacing Kecamatan Mengga Timur Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

141.    Analisis Populasi Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Desa Kibang Pacing kecamatan Menggala Timur Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung

142.    Respon Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq) Dari Pemberian Dosis Pupuk Urea Dan Komposisi Media

143.    Analisis Model Agroforestry Di Desa Bendosari Rph Kedung Rejo Bkph Pujon Kph Malang Perum Perhutani Unit Ii Jawa Timur

144.    Respon Pertumbuhan Semai Jabon (Anthocephalus Cadamba Miq.) Dari Konsentrasi Larutan Dan Interval Penyemprotan Pupuk Organik Cair

145.    Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Wana Wisata (Studi Kasus di Curug Cilember KPH Bogor)

146.    Keanekaragaman Jenis Burung di Lampung Mangrove Center Desa Margasari Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur

147.    Pengaruh Konsentrasi Dan Interval Penyemprotan Pupuk Daun Hyponex Terhadap Pertumbuhan Bibit Surian (Toona Sureni. Merr).

148.    Pengaruh Dosis Limbah Media Jamur Tiram Dan Konsentrasi Larutan Zat Pengatur Tumbuh (Zpt) Abitonik Terhadap Semai Kayu Manis [Cinnamomum Camphora (L,) J. Presi]

149.    Analisa Vegetasi Hutan Mangrove Teluk Gilimanuk Taman Nasional Bali Barat

150.    Upaya Konservasi Hutan Coban Rondo (Study Kasus Di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang Rkph Pujon Selatan Bkph Pujon Kph Malang)

Related Posts:

Contoh Desa Yang Menerapkan Agroforestri Di Lampung

Contoh Desa Yang Menerapkan Agroforestri Di Lampung. Jumlah penduduk, kebutuhan pokok dan kebutuhan akan lahan yang semakin meningkat, menyebabkan banyak terjadinya eksploitasi sumberdaya hutan, baik berupa lahan maupun tumbuhan.  Beberapa faktor tersebut, tentunya menjadi alasan bagi masyarakat yang berada di sekitar hutan untuk memenuhi kebutuhan pokoknya dengan cara memanfaatkan sumberdaya yang terdapat di dalam hutan.  Pernyataan serupa juga disampaikan oleh Supriadi dan Pranowo (2015) akibat semakin berkurangnya lahan pertanian, mendorong petani/masyarakat mencari lahan baru di kawasan hutan, sehingga memacu peningkatan jumlah penduduk yang berada di dalam maupun di sekitar kawasan hutan.


Maryanto dkk. (2014) di dalam penelitianya juga menyatakan bahwa pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan aktivitas ekonomi menyebabkan terjadinya tekanan terhadap lahan hutan, sehingga eksploitasi terhadap kawasan hutan yang berada di dekat pemukiman masyarakat tidak dapat terhindarkan.  Berdasarkan beberapa pernyataan di atas, sepertinya faktor-faktor yang telah disebutkan juga telah menyebabkan terjadinya perubahan kondisi tutupan lahan pada kawasan hutan yang dapat berpengaruh terhadap penurunan fungsi-fungsi dari Tahura itu sendiri.  

Berdasarkan kondisi tersebut tentunya masyarakat sudah seharusnya melakukan upaya-upaya dalam pengelolaan hutan untuk menjaga agar fungsi-fungsi dari  hutan tersebut tidak hilang.  Salah satu upaya pengelolaan hutan yang mungkin dilakukan oleh masyarakat yang berada di sekitar hutan, selain itu juga untuk meminimalisir kerusakan hutan adalah dengan dengan menerapkan sistem penanaman secara agroforestri.

Karena agroforestri adalah sistem pengelolaan lahan yang mengimplementasikan nilai ekologi dan ekonomi dengan tujuan pelestarian keanekaragaman hayati dan produksi pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup masyarakat (Widianto dkk. 2003).  Sehingga dalam pengelolaan tersebut selain masyarakat dapat memenuhi kebutuhannya, fungsi-fungsi ekologi dari tahura tersebut masih dapat dipertahankan. 

Salah satu contoh pengelolaan hutan secara agroforestri yang dilakukan masyarakat yang terdapat di lampung antara lain seperti desa Desa Sumber Agung, Batu Putu, Talang Mulya, dan sungai langka dikarenakan letak desa-desa tersebut berbatasan langsung dengan kawasan taman hutan raya Wan Abdul Rachman.

jenis tanaman yang ditanam di lahan garapan mereka antara lain seperti karet (Hevea brasiliensis), petai (Parkia speciosa), alpukat (Persea americana), cengkeh (Eugenia aromatica), durian (Durio zibethinus), kemiri (Aleurites moluccana), cempaka (Michelia champaca), kelapa (Cocos nucifera), nangka (Artocarpus heterophyllus), tangkil (Gnetum gnemon), yang dikombinasikan dengan tanaman kakao (Theobroma cacao), kopi (Coffea arabica).

Selain manfaat ekologis yang dihasilkan dari penggunaan agroforestri ini, ternyata ada manfaat lain yang dapat dirasakan bagi masyarakat seperti dapat membantu perekonomian masyarakat. Hal tersebut juga diperkuat oleh pernyataan Winarni (2016) yang menyatakan bahwa strata tajuk lengkap yang terbentuk dari sistem agroforestri memberikan manfaat ekonomis dan ekologis yang penting bagi petani, salah satunya dapat memberikan pendapatan bagi petani melalui hasil-hasil komoditi non kayu.

Sebenarnya agroforestri ini sudah di terapkan oleh masyarakat-masyarakat yang menjadi petani di indonesia sejak dahulu, istilah agroforestri ini disebut juga dengan nama wanatani.

Sumber:
Supriadi, H. dan Pranowo, D. 2015. Prospek Pengembangan Agroforestri Berbasis Kopi di Indonesia. J. Perspektif. 14(2): 135−150.

Widianto, Hairiah, K., Suharjito, D., dan Sarjono, M. A. 2003. Fungsi dan Peran
Agroforestri. ICRAF. Bogor. 37 hlm.

Winarni, S., Yuwono, B. S., dan Herwanti, S. 2016. Struktur pendapatan, tingkat kesejahteraan dan faktor produksi agroforestri kopi pada Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung Batutegi. (Studi di Gabungan Kelompok Tani Karya Tani Mandiri). J. Sylva Lestari. 4(1): 1−10.

Related Posts:

Inilah 8 Keunggulan Teknologi Yang Ada Di Samsung Galaxy S9 dan Samsung Galaxy S9 +

Inilah 8 Keunggulan Teknologi Yang Ada Di Samsung Galaxy S9 dan Samsung Galaxy S9 +. Samsung Galaxy S9 dan Samsung Galaxy S9 + adalah smartphone Android yang diproduksi oleh Samsung Electronics sebagai bagian dari seri Samsung Galaxy S. Perangkat tersebut diungkap di Mobile World Congress di Barcelona pada 25 Februari 2018, sebagai penerus S8 dan S8 +.


Banyak fitur dan perubahan desain Galaxy S9 telah bocor beberapa minggu sebelum peluncuran resmi, dan video peluncuran resmi telah bocor beberapa jam sebelum peresmian.

Galaxy S9 dan S9 + keduanya menampilkan 1440p Super AMOLED display, dengan rasio aspek 18,5: 9. S9 memiliki panel 5,8 inci, sementara S9 + menggunakan panel berukuran 6.2 inci yang lebih besar.

Di semua negara (kecuali Amerika Serikat dan China), S9 dan S9 + keduanya hadir dengan Soo Samsung Exynos 9810 (versi Amerika Serikat dan China menggantikannya dengan Qualcomm Snapdragon 845 SoC).

1. S9 hadir dengan RAM sebesar 4 GB; S9 + dilengkapi dengan RAM 6 GB. Kedua perangkat hadir dengan pilihan penyimpanan 64, 128 dan 256 GB, dan menampilkan kemampuan untuk menggunakan kartu microSD untuk memperluas penyimpanan hingga maksimum 400 GB.

2. Kapasitas baterai sama dengan pendahulunya: 3000 mAh untuk S9, dan 3500 mAh untuk S9 +.

3. S9 dan S9 + sekarang memiliki speaker stereo yang disetel oleh AKG dan telepon juga memiliki dukungan suara surround Dolby Atmos.

4. Sensor sidik jari pada kedua S9 dan S9 + telah dipindahkan dari kanan kamera ke lokasi yang lebih terpusat tepat di bawah kamera (seperti pada Galaxy A8 dan A8 +) untuk kenyamanan. Metode unlocking yang lebih aman telah ditambahkan, di mana pengenalan wajah dan pemindaian iris telah digabungkan ke Intelligent Scan.

5. Kamera di kedua telepon menerima perbaikan. S9 + memiliki pengaturan kamera dual-lens di bagian belakang, sementara S9 hanya memiliki satu kamera di bagian belakang. Kedua ponsel ini memiliki kamera belakang Dual Aperture yang bisa beralih antara f / 1.5 dan f / 2.4, tergantung kondisi pencahayaan.

6. Ponsel bisa merekam video gerak lambat 960 frame per detik, yang dijuluki Super Slo-Mo. AR Emoji, mirip dengan Apple Animoji di iPhone X, adalah fitur baru yang memungkinkan pengguna membuat emuel berdasarkan diri mereka sendiri. Dukungan aplikasi pihak ketiga akan diberikan untuk fitur ini.

7. S9 dan S9 + akan dikirimkan dengan Android 8.0 "Oreo" dengan Samsung Samsung Experience skin di atasnya. Ini akan menampilkan integrasi yang lebih ketat dengan Bixby, seperti menggunakan kamera untuk terjemahan bahasa langsung.

8. Selain itu, ponsel ini bisa digunakan secara horisontal, bahkan di home screen.

Di Amerika Serikat, S9 harganya hingga $ 719.99 dan dan untuk harga samsung S9  mencapai $ 839.99.
sumber: wikipedia

Hastag : harga samsung galaxy s9 | samsung galaxy s9 indonesia | review samsung s9 indonesia | samsung s9 harga dan spesifikasi | harga s9 edge | hasil kamera samsung s9 | camera galaxy s9 apk | harga samsung galaxy s9 plus

Related Posts: